Kiss and Tell

Bingung mau peluk yang mana… Dua-duanya lucu ;) 

(via theanimalblog)

Too cute!!! Too cute!!!

(Source: theanimalblog)

Di tengah kebisingan lamunan…

Di tengah kebisingan lamunan…

(Source: a-sinful-kitten, via echosant)

Kiss and Tell(s) (it all)

Kiss and Tell(s) (it all)

(via echosant)

“Life doesn’t always turn out the way exactly how you plan it. Sometimes, just sometimes… It turns out better”

The Change Up

Sepucuk Kisah Jalanan Jakarta

Hamparan aspal yang panjang dan penuh dengan tikungan ala ibukota Jakarta menyimpan banyak rahasia. Lebih dari riak air banjir yang kerap menyapanya serta ribuan kendaraan yang dikemudikan oleh emotional drivers sehari-hari. Jalanan Jakarta kerap menjadi saksi bisu atas ambisi, obsesi, frustasi, hingar – bingar serta orang-orang yang binal.

Pertukaran kata-kata yang singkat dengan seorang supir taksi, sebut saja Bono, membawa saya ke dalam petualangan yang seru pada suatu malam. Bukan lagi perjalanan pulang dari kantor yang hambar. Dengan santai, supir taksi tersebut menceritakan beberapa pengalaman uniknya dengan penumpang Jakarta.

·         Dua Pria “Penjelajah”

Suatu hari Bono mendapatkan penumpang dua pria dewasa. Tanpa curiga, ia menjalankan taksinya menuju tempat yang diisyaratkan oleh kedua penumpang. Tidak berselang lama, Bono mendengar suara-suara lenguhan dan desahan dari jok penumpang. Hal paling refleks pertama yang ia lakukan adalah mengintip lewat kaca spion pengemudi. Ia kemudian menyadari bahwa kepala kedua penumpangnya tidak tampak. Benar saja dugaan Bono. Kedua pria tersebut sedang asyik saling “men-servis” satu sama lain. Akhirnya taksi ia hentikan dan dengan sopan Bono meminta kedua penumpang turun di jalan tersebut.

·         Wanita Serigala

Wanita yang tidak lagi tergolong muda itu menaiki taksi Bono dari sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat. Dengan lugasnya dia meminta Bono untuk mengantarnya mencari pria muda alias brondong. Pada awalnya si tante sempat menawar Bono. Tetapi ia menyadari harga dirinya tidak sebanding dengan nominal berapapun yang ditawarkan oleh si tante. Hampir semua penjuru kota yang terkenal untuk reputasinya menawarkan pria-pria penjajah cinta mereka telusuri. Blok M hingga kawasan Ancol. Akhirnya Bono berhasil mendapatkan seorang brondong yang setuju untuk si tante bawa kembali ke hotelnya. Gairah si tante sudah terlalu lama menggebu-gebu sehingga dia tidak menunggu lama untuk melancarkan aksinya bersama si brondong. Suara desahan dan lenguhan kembali menjadi musik pengiring perjalanan di kala sore itu, hingga si brondong teriak kecil “Ahhh tante!”.

·         Daddy’s Little Girl

Seorang bapak memberikan uang sebesar Rp 300.000 dan nomor teleponnya kepada Bono dengan sebuah tugas untuk menguntit rombongan remaja. Kemanapun rombongan tersebut pergi, Bono mengikuti mereka dari jarak yang aman sambil melaporkan setiap detil pergerakan rombongan tersebut kepada si bapak. “Penyelidikan” hampir mencapai usai ketika Bono ditugaskan untuk mengikuti pergerakan satu wanita muda saja dari rombongan tersebut. Wanita tersebut digambarkan sebagai sosok yang cantik dan bertubuh molek dengan balutan tato di beberapa bagian. Wanita tersebut menjemput tiga orang pria dan kembali membawanya ke hotel untuk bergabung dengan teman-temannya yang sudah terlebih dahulu tiba disana. Bono kembali melaporkan tindak tanduk si wanita muda tersebut kepada si bapak via telepon. “Pak, yang cewek tato tadi masuk hotel sama tiga cowok”. Sekonyong-konyok suara isak tangis menemui telinga Bono dari ujung telepon diiringi dengan ucapan terima kasih.

Ketiga kisah tersebut hanya beberapa dari sekian banyak kejutan-kejutan ibukota yang Bono temui setiap hari selama dirinya menjadi supir taksi. Salah satunya adalah godaan dari para wanita pekerja malam yang kerap kali menghampirinya. Tidak jarang ia ditawari untuk mendapatkan kepuasan secara gratis sebagai penglaris. Tetapi sekali lagi ia menolak. Pernah suatu saat ia mendapat penumpang wanita-wanita stripper yang dengan cueknya mengganti baju di jok belakang. Salah satu stripper berujar “Mas… Kalau mau liat, liat aja”.

Pada penghujung hari atau malam atau pagi, Bono tidak pernah pulang ke rumahnya dengan tangan hampa.

“I believe in love without proof”, “Kehilangan adalah proses awal menemukan”, “Hidup bukan untuk mencari perhentian tapi untuk melakukan perjalanan”… Itu adalah beberapa cuplikan tweet dari Djenar Maesa Ayu yang kemudian dikembangkan secara apik menjadi kumpulan cerita pendek yang mempunyai nafas berbeda-beda.
Djenar, penulis perempuan Indonesia yang sudah lama membius para pembaca dengan kelihaiannya memainkan kata-kata, mengubah sebelas tweet terbaiknya menjadi perjalanan Nayla menelusuri berbagai macam situasi dan kondisi kehidupan.
Rasa perih, getir, kandas, sedih, kecewa, cinta, harapan dan obsesi… Semua dituturkan secara gamblang kedalam sebelas cerpen melalui kacamata Nayla. Seolah ingin memaparkan berbagai macam rupa dan kepribadian manusia, karakter Nayla dieksplorasi ke dalam berbagai macam sudut kehidupan yang penuh dengan skandal dan hiruk – pikuk yang menjumpainya.
Nayla yang mencintai pria berusia lebih jauh daripada dirinya, Nayla yang menjadi anak dari seorang pekerja seks komersil, Nayla yang terpuruk kedalam kesedihannya setelah ditinggal mati kedua orangtuanya serta suaminya, Nayla yang melarikan diri dari kekerasan fisik dan seksual yang ia terima dari ibu dan kekasih ibunya, Nayla menjadi seorang penulis yang kerap kali mengalami pergolakan batin antara idealisme dan komersialisme, Nayla menjadi penulis yang membiarkan ide-idenya berlari-lari diantara ruang kedai kopi serta Nayla yang terjebak di dalam pernikahan yang mulai hambar dan penuh dengan konflik, adalah beberapa sisi Nayla sebagai perempuan yang dipaparkan di T(W)ITIT!
Lalu ada apa dibalik judul T(W)ITIT!? Itulah ciri khas Djenar Maesa Ayu. Penulis yang kaya karakter ini selalu menuangkan imajinasinya yang liar dan terkadang nyeleneh. Tidak jarang pembaca bertanya-tanya dan berhenti sejenak untuk meresapi makna tersirat. Silakan kamu sendiri yang menginterpretasi makna dari T(W)ITIT! lewat sebelas cerpennya.


Note: As published on http://www.farmagz.com/lifestyle/2012/1/30/twitit.html

“I believe in love without proof”, “Kehilangan adalah proses awal menemukan”, “Hidup bukan untuk mencari perhentian tapi untuk melakukan perjalanan”… Itu adalah beberapa cuplikan tweet dari Djenar Maesa Ayu yang kemudian dikembangkan secara apik menjadi kumpulan cerita pendek yang mempunyai nafas berbeda-beda.

Djenar, penulis perempuan Indonesia yang sudah lama membius para pembaca dengan kelihaiannya memainkan kata-kata, mengubah sebelas tweet terbaiknya menjadi perjalanan Nayla menelusuri berbagai macam situasi dan kondisi kehidupan.

Rasa perih, getir, kandas, sedih, kecewa, cinta, harapan dan obsesi… Semua dituturkan secara gamblang kedalam sebelas cerpen melalui kacamata Nayla. Seolah ingin memaparkan berbagai macam rupa dan kepribadian manusia, karakter Nayla dieksplorasi ke dalam berbagai macam sudut kehidupan yang penuh dengan skandal dan hiruk – pikuk yang menjumpainya.

Nayla yang mencintai pria berusia lebih jauh daripada dirinya, Nayla yang menjadi anak dari seorang pekerja seks komersil, Nayla yang terpuruk kedalam kesedihannya setelah ditinggal mati kedua orangtuanya serta suaminya, Nayla yang melarikan diri dari kekerasan fisik dan seksual yang ia terima dari ibu dan kekasih ibunya, Nayla menjadi seorang penulis yang kerap kali mengalami pergolakan batin antara idealisme dan komersialisme, Nayla menjadi penulis yang membiarkan ide-idenya berlari-lari diantara ruang kedai kopi serta Nayla yang terjebak di dalam pernikahan yang mulai hambar dan penuh dengan konflik, adalah beberapa sisi Nayla sebagai perempuan yang dipaparkan di T(W)ITIT!

Lalu ada apa dibalik judul T(W)ITIT!? Itulah ciri khas Djenar Maesa Ayu. Penulis yang kaya karakter ini selalu menuangkan imajinasinya yang liar dan terkadang nyeleneh. Tidak jarang pembaca bertanya-tanya dan berhenti sejenak untuk meresapi makna tersirat. Silakan kamu sendiri yang menginterpretasi makna dari T(W)ITIT! lewat sebelas cerpennya.

Note: As published on http://www.farmagz.com/lifestyle/2012/1/30/twitit.html

Never mind I’ll find someone like you…

Never mind I’ll find someone like you…

I could stick around and get along with you. Halo… ;)

I could stick around and get along with you. Halo… ;)